Menu

Mode Gelap
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Ungkap Wajah dan Arti Nama Anak Kedua Tak Restui Hubungan Eva Manurung dan Jordan Ali, Febby Carol: Bikin Malu Empat Tempat Kafe Terbaik di Patrol, Indramayu, Jawa Barat Wulan Guritno Jalani Pemeriksaan Terkait Kasus Promosi Judi Online Aldi Taher Doakan Masalah Yadi Sembako Segera Selesai

News · 10 Sep 2023 10:57 WIB ·

BMKG Beri Imbauan Pada Warga Bengkulu, Waspada Pada Dampak El Nino


 BMKG Beri Imbauan Pada Warga Bengkulu, Waspada Pada Dampak El Nino Perbesar

BMKG Beri Imbauan Pada Warga Bengkulu, Waspada Pada Dampak El Nino

Domestik.co.id – BMKG berimbauan pada warga Bengkulu, agar tetap waspada pada dampak dari fenomena alam El Nino. Mengutip dari situs resmi BMKG El Nino merupakan fenomena pemanasan SML atau Suhu Muka Laut di atas kondisi normal.

Ini terjadi pada wilayah Samudera Pasifik bagian tengah, adanya fenomena ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan pada Samudera Pasifik Tengah. Serta mengurangi curah hujan terjadi pada Indonesia.

Secara singkatnya El Nino ini bisa memicu terjadinya kekeringan pada kawasan Indonesia secara umum. Oleh karena itu pihak BMKG meminta masyarakat khususnya warga Bengkulu untuk waspada pada dampak kekeringan yang akan wilayah tersebut alami.

Warga Bengkulu Harus Waspada

Adanya himbauan ini berasal dari BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Baai, Bengkulu. Langsung memberikan himbauan kepada warganya agar lebih siap atau waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi dari dampak El Nino.

Anang Anwar selaku Kasi Data dan Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bengkulu menyampaikannya secara langsung. Ia memberikan penjelasan untuk provinsi Bengkulu akan terjadi perubahan musim.

Baca Juga  Atasi Polusi Jakarta, BMKG Modifikasi Cuaca Hujan Jaksel-Bogor

Seperti beberapa waktu sebelumnya yakni mengalami musim kemarau basah untuk bulan September 2023. Serta akan terjadi perubahan lagi ke musim penghujan pada bulan yang sama. Hal ini terjadi karena adanya El Nino sehingga menimbulkan terjadinya perubahan cuaca ekstrem.

Cuaca seperti ini dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti adanya tanah longsor, banjir, angin kencang dan lainnya. Anang juga meminta masyarakat agar lebih waspada, karena beberapa wilayah Bengkulu berpotensi alami hujan ringan hingga lebat.

Hujannya juga disertai dengan angin kencang serta petir. Pendapat dari Anwar kecepatan angin pada wilayah beberapa hari kedepan mencapai 4-25 knots. Jadi Anwar juga memberi imbauan agar lebih waspada pada angin kencang dan gelombang, Karena bisa membuat ketinggian perairan laut Bengkulu naik bahkan mencapai 4 Meter.

26 Titik Panas Berpotensi Terjadi Kebakaran

Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa titik panas yang berpotensi akan mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan lahan. Untuk 26 titik ini terdeteksi lokasinya berada pada wilayah; Kab, Bengkulu Tengah, Lebong, Seluma, dan Bengkulu Utara.

Potensinya lebih besar karena wilayah tersebut terdapat lahan kebun kelapa sawit. Apalagi dengan tidak adanya hujan selama beberapa pekan bisa menyebabkan deteksi titik panas muncul pada beberapa wilayah tersebut.

Baca Juga  Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat Gencar Menata Barang Milik Negara (BMN) dan Membahas Sertifikasi Tanah Hibah

Sehingga tingkat kewaspadaan harus lebih masyarakat tingkatkan. Terlebih kini sudah cukup banyak wilayah yang menjadi lokasi kebakaran hutan dan lahan. Serta menghadapi perubahan iklim yang begitu ekstrim.

Kebakaran Hutan dan Lahan

Sebelumnya banyak kabar menyebutkan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan pada beberapa wilayah di Indonesia. Perubahan iklim menjadi salah satu penyebabnya, hal ini juga sudah pihak BMKG konfirmasi.

Yakni Ardhasena Sopaheluwakan selaku Plt Deputi BMKG sampaikan bahwa musim kemarau berkepanjangan serta kering menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan. Bahkan untuk tahun ini musim kemarau Indonesia terjadi lebih panjang karena adanya fenomena El Nino.

Fenomenanya terjadi sejak Februari atau Maret tapi dampaknya akan terasa hingga akhir Oktober. Namun Ardhasena menyebutkan kemarau ini hanya menjadi latar belakang terjadinya kebakaran bukan penyebabnya.

Pihak BMKG ini menyebutkan, bahwa perbuatan manusia pada lingkungan sekitar yang menjadi penyebab terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan. Sebab hutan dan lahan tidak dapat terbakar dengan sendirinya begitu saja.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Karyawan Minimarket di Depok Bobol Brankas Tempatnya Bekerja untuk Judi Online

9 Desember 2023 - 13:55 WIB

karyawan minimarket mencuri uang untuk main judi

Calon Legislatif Dapil 6 Kabupaten Indramayu Ainun Nadjib S.H., Melakukan Kegiatan Sosialiasi di Kecamatan Haurgeulis

5 November 2023 - 09:01 WIB

Haurgeulis Ainun Nadjib

Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat Hadiri Simulasi Pengamanan Pemilu Tahun 2024

12 Oktober 2023 - 16:37 WIB

Simulasi pengamanan kota (dok. istimewa)

Tingkatkan Layanan, Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat Laksanakan Sosialisasi Sapo Perdes

12 Oktober 2023 - 16:32 WIB

Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat sosialisasi Sapo Perdes (dok. istimewa)

Lucky Hakim Promosikan Mohamad Ainun Nadjib untuk Jabat Sebagai Caleg Dapil 6 Kabupaten Indramayu

11 Oktober 2023 - 21:41 WIB

IMG 0758

Pimpin Monev Rencana Kerja Tahunan Reformasi Birokrasi, Andi Basmal Ajak Jajaran Penuhi Data Dukung

11 Oktober 2023 - 18:52 WIB

Rapat Kerja Tahunan Reformasi Birokrasi Kemenkumham Maluku Utara (dok. istimewa)
Trending di News